Posted by: sepanjanglempong | April 18, 2012

Nyanykan SASL

Masih tergambar 40 hari yang lalu kami 6 bersaudara tergeletak di ruang tunggu ICU RS Dr Kariadi Semarang, wajah-wajah lelah tegang nampak di antara kami hanya tertutupi oleh kasih sayang ayahanda dan rasa bakti anak yang membuat kami memiliki tenaga lebih untuk bertahan.

Di ruang tunggu itu kadang segera tikar dan segala barang dilipat bila telah terdengar air mata kesedihan kehilangan. Kami sebagai tetangga dadakan lalu mengucapkan bela sungkawa dan berbisik dalam hati kapankah giliran kami.

Di sebelah kami tergeletak orang desa pelosok yang harus menjalani radiasi kanker di lehernya menunggu ruang kosong untuk masuk. Sambil mengisi sepi kakak-kakakku menyapa bahkan berbagi makanan. Saya bangga memiliki saudara yang dalam kesedihan masih bisa berbagi dengan sesama.
Sambil terkantuk-kantuk saya dengarakan obrolan kakak saya memberikan semangat kepada teman ngobrolnya itu.

Saya terbangun ketika kakak saya mengabarkan kawan saya yang sudah Dr. dr. specialis amnestesi kepala ruang bedah mencari saya. Dengan sabar ia menjelaskan kondisi ayah dan kemungkinan-kemungkinannya. Kadang kami pun mengenang masa lalu saat sekelas di SMA dulu dengan segala kenakalan dan kelucuan. Aku candai ia ” Sofyan kamu dulu murid rajin, tekun cocoklah jadi dokter ahli ! “. Sebelum pergi ia tetap sebagai sahabat menebarkan senyum dan memberikan semangat.

Bila jenuh maka kami hospital tour melihat lorong-lorong pedestrian tidak ubah seperti dulu saat kami masih kecil hanya kini bukan lagi kayu jati penyanggany semua sudah diagnti cor-coran. Kakak kami yang bekerja di sana menunjukan ada 1 lorong yang masih asli hingga gentengnya masih utuh. Kami tertegun. Ayah dan ibu kami dulu semua pekerja CBZ ini jadi kami hampir hafal seluruh lorong-lorongnya yang buat orang baru kadang menyesatkan
Kadang kami main tebak-tebakan dimana ruang ICU yang lama, dimana kamar mayat, dimana bagian gizi, zaal anak-anak, dstnya menghibur diri.

Kamar mayat adalah bagian yang masih tersisa rapi dari peninggalan zaman Belanda 1925 ini, dindingnya yang terkelupas dapat kami saksikan batu bata tempo dulu yang relatif lebih panjang dan berkualitas. Bangunan ini menyeramkan, ada bagian untuk anatomi dan ada bagian untuk menaruh para jenaza yang sederhana dibuat dari poselen dan ujungnya diberi saluran air untuk memandikan. Manusia-manusia super berdarah dingin ini tidur makan dan merokok di samping jenazah. Pembawa kereta jenazah jalan sangat cepat dan cekatan membawa jenazah ayah kami. Entahlah, Rasanya ini etika untuk mengurangi beban pasien berkesempatan melihat kematian. ketika saya mendampingi mobil jenazah pun saya perhatikan sopir-sopir ini terampil dan kerja dengan cepat.

Saya masih ingat dulu kawan-kawan saya yang bapaknya dokter sepcialis tinggal di sekitar RS ini yang kini dijadikan paviliun executive. Orang Belanda itu mendesign degan sempurna, agar koordinasi panggilan ke RS dengan mudahnya. Atau lihatlah sungai yang membelah RS ini tak pernah meluap dan banjir menuju ruangan kedalamnya telah diperkirakan mampu bertahan beberapa tahun. Saya palin senang menikmati gedung utama di depan dulu kami menyebutnay porter. Memasuki gedungnya suasana tak berubah persis bertahun-tahun lalu. Menakjubkan

Saya masih melamun mebayangkan RS yang luas dan indah ini di depan lalu lalang manusia yang bak dewa sedang menyelamatkan nyawa ataupun dengan antusias belajar keras menjadi dokter dan specialis itu.
lidah saya bergetar tak terasa menyanyikan motto yang tergambar di plengkung RS Darmo Surabaya yang tidak semua ahli medis tahu artinya yang mengilahmi Sang Maestro menuliskan lagu
” Solus Aegreti Suprema Lex’eeeest “


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: