Posted by: sepanjanglempong | February 25, 2011

Terorisme : Lho Koq ?

Ketika BOM meletus di Ritz Carton saya masih sibuk dengan pekerjaan di pagi hari. Kemudian saya bertanya kepada teman yang menonton Breaking News TV : ” Apakah itu bom ? ” ” Nampaknya ya Pak ” begitu jawab kawan saya sekantor. Langsung saya berkata seenaknya : ” Berarti terorisnya nginep tuh …” Sebab saya pernah lihat pengamanan masuk baik di JW Marriot maupun Ritz. di JW setelah kejadian bom pertama kantor kami pernah memakai ketika bos besar datang, dan di Ritz kawan saya yang kaya pernah mentraktir berkaraoke.

Sekali lagi teori permainan maling dan polisi berlaku di sini. Sederhananya maling selalu mengembangakna teknik kejahatan baru. dan Polisi baru kemudian mengatisipasinya Atau Polisi berkreasi teantang kemungkinan-kemungkian kejahatan baru, Kalau maling melakukan toh sudah siap Bila anda menginap di hotel bintang 4-5 lalu kemudian sarapan pagi, pernahkah kita diperiksa : Tentu tidak. Paling anda hanya akan ditanyakan dengan sopan : ” Room berapa Pak ? ”

Usaha preventif semestinya dilakukan seperti yang dikemukakan oleh Kapolri. Bila umroh pun sampai sabuk pun diperiksa, kata beliau. Dalam sebuah perjalanan dinas ke AS yang transit di Hongkong rombongan kami pernah menaglami pemeriksaan yang begitu ketat hingga kerah baju pun diperiksa hingga antrian sangat panjang bedak, lotion, cream, hingga air mineralpun harus dibuang. karean sebelumnya teroris di Inggris ditemukan menyimpan bahan peledak dalam cairan yang mirip air mineral. Sesuatu yang tak terpikirkan. Maka kalau ada orang berandai jangan langsung pemikirannya divonis salah.

Setelah serangan bertubi-tubi ke tanah Palestina, saya karean kegemaran akan Sejarah menulis sedikit di mailing list SMA tentang Israel Kontan saja saya dimusuhi dengan diakhiri kata-kata ” Pokoknya …” saya sendiri merenung kalau kawan saya ini menganggap Israel musuhnya mengapa tak mau berlajar tentang sejarah Israel ya ? Bagaimana kita akan mengetahui kekuatan musuh la wong kenal sejarahnya saja tidak. Tapi saya memaklumi mungkin kawan saya tadi sedang berduka, sayapun juga amat sangat berduka … cuman ekpresi kami yang berbeda. Bagaimana tidak ? Ketika korban ribuan berjatuhan dan rumah sakit sampai kewalahan dari hari ke hari orang-orang Israel menonton aneka rudal bak kembang api dengan bermotor besar dan negara-negara besar tak mampu melakukan apa-apa sedangkan atas nama demokrasi bukan minyak perak Teluk kedua pun dilakukan hingga para demontran di bundaran HI mempertanyakan : ” Siapakah yang teroris ….? ”

Bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan : Setuju. Begitupun kita bisa mebalik kalimat ini ” Setiap kejahatan melawan kemanusiaan adalah Teroris ” Namun sejarah terorisme sangatlah panjang. Bagaimanapun Terorisme adalah perlawanan. Semut melawan Gajah. Daud melawan Goliat. Kawan saya yang bijak yang tinggal di Amerika lalu berbisik : ” Jangan membenci, Di persepsi mereka mungkin ia itu pahlawan ” Saya jadi ingat tulisan di Media Indonesia tempat teraman di Israel ternyata adalah di atas pesawat, para jutawan akan melakukan judi di atas pesawat selama 4 jam dengan berkeliling di atas awan sebab di bus, di cafe, di rumah sakit, di sekolah, dimana saja dibom tak ada tempat yang aman untuk melawan bom bunuh diiri di sana

Pengetahuan kita tentang para teroris kadang keliru di Kompas kemarin pak Sarlito mengemukan bahwa para teroris itu sangat menjunjung tinggi nilai nilai spiritualitasnya mereak tidak STMJ ( Sholat Terus Maksiat Jalan juga … ) demikian juga di wawancara metro tv salah satu camerawan yang pernah disekap di Irak juga bercerita betapa santunnya para penyandera itu para teroris itu ada di sekitar kita dan hidup di antara kita (Tulisan ini saya buat sebelum Detasemen 88 Mengerebek tetanggaku di Perumahan Nusapala. Ihik ) jadi ingat salah satu filsafat film silat saya dulu ” tempat yang paling rahasia adalah tempat yang tidak rahasia”

 Tujuan terorisme adalah teror. Teror tidak menghitung berapa jumlah korban. kejadian kemarin di simbol-simbol Amerika apalagi ada yang sampai 2 kali sudah menunjukkan tujuan teror berhasil ketika dulu hotel Ritz sedang dibangun saya melintas sehabis makan siang berkomentar juga asal-asalan : ” Walah senang terorisnya, semua simbol-simbol Amerika kok kumpul jadi satu gini …” Teringat Macan Tamil, IRA, Boter Meihof (? ), JI, al Qaeda, Apalagi namanya ? Ah bukan … agama, politis dan ideologis semata mulanya adalah ketidakadilan … lalu kebencian dibalas dengan kebencian

Marilah kita jangan takut, LAWAN !!! bila kita takut maka tujuan terorisme sesungguhnya berhasil. Namun sebaiknya kita tetap waspada dan kritis. sebagai misal kalau kita ingin berpikir kritis lagi, – dimanakah kemungkian para teroris itu akan menyerang lagi ? – bagaimana mereka mampu mencuci otak para martir itu ? – bagaimana membenahi database kependudukan kita untuk pengawasan ? – apakah kita perlu menerapkan sistem keamanan dan pengawasan gaya orba dulu ? – dst silahkan dilanjutkan tidak ada salahnya … sedangkan dunia intelijen saja kewalahan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: