Posted by: sepanjanglempong | February 25, 2011

Layakkah kita saling mengucapkan ” Selamat Hari Kemerdekaan …”

Untuk sobatku : Kolonel Imamedy Dan semuanya yang cintanya kepada tanah air tak ada pupusnya,

Seumur umur saya baru mengalami lagi upacara bendera Kemerdekaan 17 Agustus ketika saya bekerja sebagai staff di sebuah bank Belanda ABN AMRO, ( saya dan mbak Yossca ternyata pernah sekantor, tapi dulu mana tahu hati kami sama-sama seorang LKer ) Yang menarik dari jajaran pegawai dari tahun ke tahun yang penampilannya paling rapi adalah office boy kami Bowo beliau memakai baju safari bak seorang pejabat kami para officer dan manager biasanaya cukup memakai seragam harian ketika kami bekerja asal berkemeja rapi dan berdasi ketika upacara ada sambutan dari selevel presiden direktur yang bule yang totok asli orang Belanda namanya Van Mollen kalau tak salah uniknya adari kata-katanya yang tidak fasih berbahsa Indonesia kadang membuat kami geli terpingkal-pingkal di barisan belakang begini dia bilang : ” Kita bersyukur bangsa kita terlepas dari penjajahan bangsa asing …” kami menggerundel ironi ” ya … bangsamu itu ” bagaimana mungkin sebuah perusaahn asing lebih menghagai hari bersejarah hari kemerdekaan kita dari bangsa kiat sendiri pegawai kita bisa jadi ngedumel seperti dipaksa upacara televisi kiat jangan ditanya memertontonkan apa di hari itu justru di kampung-kampung perayaan sungguh meriah hati saya sedih serasa teriris-iris ketika tetangga semua sibuk dan seorang anak kecil nyeletuk : ” Om kenapa RT kita tak ada lomba … kan ini hari kemerdekaan ?”

Nasionalisme, cinta tanah air mesti diutamakan sejak kecil dengan peki tegas lantang menggelegar ” Adik-Adik tirukan : Merdeka !!! ” masih layakkah kiat menjujung nasionalisme di era globalisasi ? say berpikir mencitai tanah tumpah darah kita tak ada salahnya selama kita tdiak menjadi berlebiahn seperti Hitler dan Nazinya di relung hati yang paling dalam persaaan kita terjajah, malu dan kalau bisa marah melihat aniaya PRT di negara lain keberdaulatan kiat di laut diejek kapal-kapal asing saya tidak menayangkan kalau pemimpin-pemimpin kita yang dulu masih hidup di jaman sekarang pernahkan kita saling menaylami dan mengucapkan selamat di hari kemerdekaan …. rasanya lucu ya ? tapi kalau kiat menerawang ke perjuanagn penderitaan para pemimpin dulu dan pahlawan yang bernama ataupun tidak bernama dikenang maupun tidak dikenang dimana enath mereka dimakamkan dan kebahagiaan saat ini sebagai mbangsa yang merdeka tiudak seperti bangsa yang selalu bergelut sperti di Afrika , Amreika Latin dan Timur Tengah layakkah kita saling mengucapkan ” Selamat hari Kemerdekaan …”

hati kami sebagai keluarga muda kadang tergetar kalau harus mengajari bernnyanyi yang benar buat Katia puteri kami yang masih usia 11 tahun ” yang tegap nak, busungkan dadamu rasakan kebaggaaanmu dan kuatlah bernyanyi Indonesi Raya Merdeka, Merdeka …”

dulu ketika tv hanya dimonopoli TVRI saya selalu tertidur dibuai lagu-lagu cinta tanah air setidaknya Rayuan Pulau Kelapa : ” Tanah Airku Indonesia, Negeri elok amat kucinta, Tanah tumpah darahku yang mulya yang kupuja sepanjang masa …” hingga mata tertidur Bagi teman yang sering bepergian di luar negeri atauu sekarang sedang tinggal di luar negeri lagu-lagu cinta tanah air pasti akan menyanyat ” Tanah airku tidak kulupakan Kan kukenang seumur hidupku, walau ku kini pergi jauh ….” bahkan tak terasa kadang membuat kita menitikan air mata seolah berkata ke diri sendiri ” Belum banyak yang kulakukan untuk tanah air !”

kembali, aku ingat sang maestro kita Leo Kristi tak kenal menyerah mendendangkan lagu cinta tanah air setia bekerja dengan berjalan tak kenal lelah dari desa ke kota dan kita merasakan kabar tanah air ketika manggung kemudian di TIM bak sebauh ritual suci tahunan jadi ingat kata-kata Soe Hok Gie sang pencinta alam, ” Nasionalisme tidak akan tumbuh begitu saja hanya dengan hormat kepada bendera, tetapi Nasionalime akan lahir dan tertanam dengan Melihat, Merasakan Alam di Tanah air INDONESIA, karena itulah Kami Mendaki GUNUNG” Hingga menutup mata Aku cinta padamu Indonesiaku


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: