Posted by: sepanjanglempong | February 25, 2011

Kalah Populer : Pasukan Berani Hidup, Bukan Berani Mati

Di Kawan Industri Pulo Gadung Pagi hari

ternyata pintu ruanagn belum dibuka ketika saya harus kembali ke jalan mencari sarapan dengan menu konser rakyat sayur kacang dan tempe goreng yang gurih Ya Allah aku bersyukur bisa merasakan nikmatmu banyak yang makannya kurang dariku pagi ini atau yang tak bisa makan pagi atau yang takut makan berlebihan

pemandangan seperti biasa seperti hari hari lalu buruh buruh bongkar muat dan sopir bersiap dalam obrolan pagi kopi rokok dengan dialek kental logat Jawa gadis gadis pekerja konveksi berjalan menebar senyum tiba tiba saya merasa ada yang lain. Bak Archimides saya teriak : Eureka !!! saya berbisik sendiri ” Mereka adalah Pasukan Berani Hidup. Bukan Berani Mati”

Entah mengapa tulisan seseorang tentang keberanian hidup itu menginspirasi Mungkin karena beberapa hari ini Tokoh Berani Mati sangat terkenal dan hampir sebulan menjadi semacam selebritis di tanah air mengalahkan berita politis yang ribut ajukan gugatan Pemilu di MK Tapi, Pasukan Berani Hidup ?

Mereka menjalani hidup seperti biasa Bila waktu makan siang tiba berjejer mereka akan makan di pinggir jalan masih dalam geriap tawa panas dan debu rasanya tak berani merasakan mereka terus berjuang

Kembali ke rumah tengoklah pembantu kita yang sangat muda meninggalkan kampung halaman apakah mereka membantu orang tua apakah mereka ingin bekerja di kota tinggalkan desanya yang indah tapi lapangan kerja susah di dapat tak terbayang kita menjadi bapak dan ibu mereka

Teman-teman saya yang Doktor sedang mencetak sarjana yang insinyur sedang mengejar pembangunan infrastruktur yang dokter sedang mengabdikan ilmunya di rumah sakit yang wartawan sedang membuat reportase yang seniman sedang mencipta siang dan malam dan seterusnya …

Pemandangan biasa yang kini jadi laur biasa Bila saja kita bisa zoom-out seperti sebuah panggung pertunjukan raksasa Se Indonesia semua seolah menajdi tokoh dalam lagu Senyum Paramuda ini, ” Tangan-tangan melambai tegar senyum / damai baktiku khusuk bagi bangsaku / oh berjuta daya di senyummu / membangun adab kasih ikrar adil bersatu / Cemerlanglah jiwa negeriku / cemerlanglah raga negeriku / Jalinlah aku satu nama ayah bunda / Para Muda jaya senyummu / Para Muda jaya senyumku nurani bangun dunia abadi / oh merdeka ….”

Lagu ini kadang membuat aku mbrebes mili, mereka yang muda yang terus berjuang tidak pernah menyerah kalah tetap dalam canda tawa pagi Sunguh perenungan yang dalam ketika Leo menyaring sari kehidupan menjadi sebuah syair


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: