Posted by: sepanjanglempong | February 25, 2011

Belajar Korupsi dari Prof Dr Baharuddin Lopa SH

mungkin ini jadi peringatan dalam diam yang kedua jelang hingar bingar Hari Anti Korupsi Sedunia hari ini 9 Desemeber 2009. Judul ini dalam arti harfiah yang sebenar-benarnya. Kenapa ? Karena saya memang tidak mengerti seluk beluk korupsi. Bagi saya dan mungkin kebanyakan orang seandaianya ditanya pengertian korupsi juga sederhana mengambil uang negara tidak dengan sah.

Korupsi bisa jadi adalah budaya. Bagi negara-negara yang kini merdeka dulunya mungkin adalah negara feodal. Dalam sistem kerajaan sudah dikenal yang namanya upeti. Para pejabat rendah membesarkan upeti dari nilai yang sesungguhnya atau mengambil dari sebagian upeti yang mestinya disampaikan kepada kerajaan. Bila kemudian penguasa negara merdeka menjadi absolut karean sistem demokrasi tidak berjalan sebagai mana mestinya mudahlah bagi kita untuk menebak sang penguasa melakukan pembenaran dengan menganggap dirinya sebagai seorang raja bukan seorang presiden.

 Bukan hanya warisan budaya masa lampau tapi juga dari orde yang sebelumnya. Kejatuhan Orde Baru adalah karena protes masyarakat akan suburnya KKN. Di awal pemerintahan Suharto mencoba menerima aspirasi mahasiswa yang protes saat terjadinya korupsi di tubuh pemerintah namun esoknya ditindaklanjuti dengan penangkapan. Ini adalah tanda awal ketidakseriusan pemerintahan Orde Baru untuk memberantas korupsi bahkan di kemudian hari berkembang luas di kalangan pejabat dan keluarga dan sahabat Cendana. Saya tidak tahu apakah ini cara sistematis untuk melanggengkan loyalitas demi sebuah kekuasaan. Namun dampaknya di birokrat sangat mengerikan hingga ke pelayanan publik lapisan terbawah sekalipun terasa. Untuk mengurus KTP pun kita dulu betapa susahnya. * Di kemudian hari korupsi berkembang dengan sangat komplex.

Di dalam tulisan yang pertama di Harian Kompas tahun 1980 yang berjudul Korupsi Di Masa Kini menurut Pak Lopa korupsi bisa dibedakan atas bentuknya yakni Material Corruption , Political Corruption dan Intellectual Corruption. Definisi yang pertama dan kedua sudah sangat jelas. Intellectual Corruption adalah apabila seseorang memberikan informasi atau menerangkan sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dengan cara yang tidak sebenarnya. Hal ini tentu karena dilatarbelakangi oleh politik , ekonomi dan sebagainya.

Korupsi Materi memang berdampak langsung dengan merugikan kesejahteraan masyarakat banyak. Namun bentuk korupsi yang kedua dan ketiga juga tak kalah pentingnya karena juga akan mendukung Korupsi Materi. Bisa dibayangkan bila sebuah pemerintahan lama yang korup lalu menyelenggarakan pemilu yang korup pula ? Yang kedua adalah berdasar sifatnya atau motifnya. Yang pertama adalah Korupsi Terselubung seperti misalnya sebuah korupsi bermotif politik tapi kemudain setelah diusut sesungguhnya hanya ingin mendapatkan uang semata. Contohnya seorang pejabat menerima suap dari seseorang dengan janji akan mengangkat menduduki kedudukan tertentu, namun setelah suap diterima pejabat tersebut tak mempedulikan lagi nasib penyuapnya.

Yang Kedua adalah yang bermotif ganda yang kelihatannya hanya bermotifkan mendapatkan uang namun ternyata juga bermuatan politik semisal seorang menyuap pejabat untuk menyalahgunakan wewenangnya. Contoh lain yang mungkin telah umum dipraktekkan kini adalah sesorang di saat ia masih aktif menjabat berusaha untuk mendapatkan kesempatan melakukan korupsi dengan tujuan uang hasil jarahan tadi dipergunakan untuk memudahkan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi lagi. Dulu korupsi jenis-jenis ini jarang terjadi, yang ada yang sangat sederhana seperti pengertian saya di awal tulisan mengambil uang negara. Sebabnya disamping memang obyek yang akan dikorupsi terbatas adanya juga moral masih belum banyak terkena erosi.

Korupsi di masa kini tidak hanya mengerogoti uang negara tapi juag dapat sekaligus merusak sendi-sendi kepribadian bangsa yang terutama diakaibatkan oleh intelectual corruption. ( Masih ingat kasus Cicak Buaya ? Ketika mengikuti perdebatan ahli-ahli hukum di media seolah kita merasa semuanya memang benar ). Tidak mengherankan korupsi di masa kini dapat menghancurkan negara, menjatuhkan pemerintahan dan minimal menghambat pembangunan. *

Mungkinkah Korupsi dicegah atau diberantas ? Di kali lain Profesor yang suka cepals ceplos ini menulis ” menurut hemat saya mencegah KKN tidaklah sulit, kalau kita semua mampu menempatkan kepetingan umum ( kepentingan rakyat banyak ) di atas kepentiangan pribadi atau golongan ” Faktor yang kedua adalah mental baik pejabat maupun pengusaha. Logikanya kalau pejabatnya bersih atau tidak ada pengushana yang mau menyogok mungkin tidak terjadi korupsi. Yang ketiga tentu sistem juag berpengaruh, misalnya ancaman dan penjatuhan hukuman yang relatig lebih rendah mendorong juag orang melakukan korupsi. Juga mungkin sudah saatnya perluanya diterapkan Pembuktian Terbalik seperti yang telah dilakukan di negara maju seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong. Misalnya sesorang dituduh korupsi, ia harus mampu membuktikan dari mana semua kekayaannya diperoleh. Bila ia mengatakan kekayaan dari menjual rumah harus dibuktikan lebih lanjut. *

Sosok Baharuddin Lopa memang sempat menjadi harapan masyarakat ketika diangkat menjadi Jaksa Agung. Kecuali berlatar belakang akademis di bidang hukum yang kuat, memperoleh gelar Doktor dari Undip, juga tekenal bersihnya. Tentu kita masih ingat betapa berat beban beliau saat menajabat haru smeninjau ulang SP3 manta Presiden Suharto, mengadili Sjamsjul Nursalim dan Prajogo Pangestu yang keburu kabur keluar negeri dengan alasan berobat. Belum lagi perkara Akbar Tanjung dan Arifin Panigoro yang sangat bermuatan politis.

Sayang kepergian beliau sangat cepat setelah hanya sempat 1 bulan menjabat jaksa agung. ” Cahaya Di Tengah Gelap Gulitanya Penegakan Hukum itu telah padam ” Begitu peribahasa yang diungkapan masyarakat. Kembali saya jadi ingat sang Penyair kita bernyanyi : ” Tersenyum dan menangis Tersenyum dan menangis, dengar suara bapak pemimpin kerja keras bagi sejahteranya negara …”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: