Posted by: sepanjanglempong | March 5, 2009

Jalan-Jalan itu …

Untuk sobat baruku : DR IR OKI AMIRULLAH

barusan saya kedatangan sobat dari jauh
dan dari level pergaulannya saya tahu dari kelas atas
tapi yang lebih menyentuh
sobat saya ini sungguh bijaksana
di tengah canda tawanya yang masih seperti anak muda
semisal,
di tengah kesibukannya
dengan kerinduan teman-teman di tanah air
saya godain dia
ini saya nemu buku kontemplatif berjudul bla bla bagus nggak ya
dia menjawab dan mengajari saya dengan sabar dan riang
tak terasa sudah seminggu
ia kini terbang pulang ke rumahnya nan jauh di sana
tapi kami sekeluarga merasa kehilangan atas kehadirannya
atas kebaikannya
Aku sebenarnya mau menunggu beliau datang malam hari
namun aku masih lelah
akhirnya pagi hari
aku sms beliau sekedar ucapkan selamat jalan
dan doa kami sekeluarga untuk keluarga di sana
Ah …

Jauh sebelum sobat saya datang
ketika kami berjalan ke kota kecil Sumedang
Katia anakku mengingatkan
” Pak kita mesti beli kenang-kenangan buat beliau …”
Anakku benar.
Orang baik datang pun belum
namanya mendahului kehadiran phisiknya.
aku sungguh tersentuh.

Satu hal yang kusesali setiap harus menjadi panitia konser
jadi sok sibuk sendiri
selalu berkata apalagi yang kurang ya ?
aku jadi kehilangan waktu berharga
untuk bersilaturahmi dengan kawan-kawan sehati
betapa aku pengin
duduk santai dan berbincang-bincang seperti di Lembang dulu
sambil merokok dan berapi unggun di malam hari
aku akan bertanya ringan tapi sama ke semua orang
” Kok bisa senang Leo Kristi sih ? ”
tapi sudahlah
aku sesungguhnya sudah sangat bahagia
ketika menyalami teman sehati yang datang ke konser
bagai satu frekuensi bila sebuah radio

di tengah rerimbunan pohon ketika saya ingin pergi ke atm
untuk merampungkan tugas akhir sebagai seksi keuangan
saya sempat diinterview rekan journalis
pertanyaan yang sama : ” Kenapa suka Leo Kristi Mas ? ”
saya coba ringkaskan dengan satu kata : Pencerahan
kalau mendengar lagu musisi yang lain
selesai lagu diputar mungkin cuman happy
dengan Leo kita mendapatkan pencerahan baru,
lain kali lain tempat kita muter lagi
masih juga dapat pencerahan

kenapa orang gandrung pencerahan
ada yang menarik
umur kita terbatas
sedang pilihan kita sangat tak terbatas
mesti pandai-pandai kita memilih jalan kebijaksanaan
ketika saya main ke yogya
kawan saya yang bijak lainnya
merasakan yang sama akan mailing list-mailing list sma
yang hanya berbicara hanya ini dan itu
bukankah umur kita sudah segini
saya terperangah
dan bersaksi benar juga

Di kerumunan para journalis dan fans yang mengerubuti di muka lift
tiba-tiba sang maestro menyeruak mendatangi satpam gedung
dengan suara yang parau ia menyalami hangat
mengucapkan terimakasih

Konfusius mengatakan untuk belajar kebijaksaanaan ada 3 cara
yang sangat terpuji dengan perenungan
yang sangat menyakitkan dengan pengalaman
yang paling mudah dengan meniru

setiap peristiwa selalu ada pencerahan
jalan mana yang hendak kita pilih ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: