Posted by: sepanjanglempong | October 9, 2008

The Fans

Sobat LKer,

dulu sekali saya bermimpi bagaiman rasanya kalau bisa ngobrol akrab dengan sang idola ya yo Leo Kristi itu ketika setiap kali konser takjub dengan pertunjukan- pertunjukannya. Sedikit saja boleh mungkin juag sudah senang. Bisa dimaklumi bukan hanya keindahan pertunjukan seninya saja, namun juga kata-kata sang penyair ini sudah mendarah daging dalam kehidupanku. Rasanya pengin seklai punya kesempatan sekali saja ngomong dan pengin tahu semisal bagaiman asal muasal Nyanyian Malam yang indah itu. Apalagi selama ini dunia kehidupanku sebagai orang biasa tak pernah bersentuhan dengan keartisan.

Sewaktu Rendra menyusul Leo kebelakang panggung GKJ dulu rasanya sudah kukumpulkan keberaniankyu untuk ketemu Leo secar tiba-tiba dan sekedar bertanya itu tadi. Tapi tak pernah terwujud. Nyaliku tak sehebat reporter ataupun salesman. Ada rasa jengah dan sungkan sendiri sebagai : The Fans. Saya pikir wajar saja. Dan kejadian itu berulang-ulang.
Nah kawan saya Albert ini lain memang lebih dar der dor bak Marinir.
Sementara saya sendiri mungkin saat itu kalau ketemu Leo saj asudah senang, jadi luap dan grogi mau tanya apa.

Ketika kali memiliki kesempatan kenal sedikit, perlahan kulihat ini artis mungkin seperti artis lainnya sok menjaga jarak untuk mempertahankan image. Pertemuan malam hari hingga jam 02.00 di Bogor bersama Bung Albert, Mas Totot dan teman-teman Mega berbagai pertanyaan bertubi-tubi namun saya lihat Leo menjawab pelan dan selektif banget. Saya cuman berpikir naif menjawab begitu saja kok lama. Belakangan baru saya tahu kekuatan Leo memang bukan di verbalnya dalam keseharian. Tidak seperti misalnya Iwan Fals. Ebiet sedikit mirip.

Namun semakin saya kenal akhirnya saya tahu, merasakan dan menyadari sisi kemanusiaannya juga. Kecuali menyentuh bersinggunagn dengan polah tingkah keseharian, juga akhirnya menyadari Leo juga seorang manusia biasa. Sesuatu yang tertutup oleh kefanatikan sebagi fans abrangkali. Hanya kepiawaiannya dalam bersyair dan bermusik membuat kelasnya menjadi lain.
Butuh waktu berbulan-bulan untuk menerima perang bathinku ini, karean saya terlanjur menempatkan sang idola di frame gambaran saya yang sempurna juga dalam keseharian sindah syair dan musiknya. Apa yang saya lakukan paling cuman ketawa nyengir , dan Mas Leo akan juga membalas tersenyum mencoba menangkap pikiran saya. Sepertinya Idola dan Fans sudah ngomong dari hati ke hati. Kadang aku berpikir menohok : Ah mengenal Leo di atas panggung lebih baik daripada mengenal realita kehidupan yang sesungguhnya …! Bahkan saya berandai-andai harusnya Leo begini dan begitu. Saya membawa frame ideal tadi ke dalam kehidupan nyata. Jadi tambah tertawa. Bukti nyatanya kan tidak bisa begitu ?

Istriku malah suka mengejek dengan lagu : ” Leo juga manusia !!!”

Perlahan dan perlahan akhirnya kutemukan juga merasakan dalam keseharian
Leo memang kadang menyentak indah dan orisinil seperti konser-konsernya
di tengah kebiasaan-kebiasaan seorang manusia.
Saya kalau sudah begini paling akan mendesis : ” Ah inikah Seniman ? ”
Saya kan Pegawai. Sungguh dunia yang lain …
Apalagi cerita lucu teman-teman Lker yang bersinggunagn dengan Leo
makin memperkuat pandangan saya Leo sebagai manusia biasa.

Ini baru seorang Leo Kristi,
untuk aku tak memiliki kesempatan dekat sedekat-dekatnya denagn idola saya yang lain seperti misal : Bung Karno, Bung Hatta, Pak Dirman, Bung Tomo dll … bisa-bisa bangunan idola yang sudah tahunan saya bangun dalam pikiran saya runtuh pula.
Apalagi ketemu Albert Einstein dan melihatnya cuman bermain biola seharian di musim dingin sambil senyum-senyum atau ke kampus dengan kaos kaki sebelah, mana bisa saya terima ?
Tapi mungkin saya tidak tahu keanehan ini terjadi karean otak-nya selalu bergemuruh memikirkan terus menerus, berdebat sendiri dengan formula-formula, yang dia saja pusing apalagi kita. Mungkin saja !

Akhirnya saya baru belajar menjadi : The Fans !
Dan tidak gampang semena-mena menyalahkan Sang Idola.

dan saya ingat Leo beulang kali bilang : ” Ojo Fanatik ??? ”

Ha ha ha .. Dasar !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: