Posted by: sepanjanglempong | September 18, 2008

Keterasingan Masyarakat Modern

Adalah judul tulisan tulisan almarhum Cak Nur yang saya hormati
beliau bilang penyakit manusia modern adalah Alienasi istilah kerennya
artinya kita terasing dari diri kita sendiri, teman saya di Yogya bercerita sangat bagus
soal ini dimana kesetiakawanan dan tiad batas2 pribadi di saat kecil
muncul lagi di saat gempa.

Kenapa kita terasing ?

Karena hakekat kita machluk sosial , bergaul dan berteman
tapi karena rutinitas dan tuntutan hidup yang terstruktur
membuat kita jam 5.30 meninggalkan rumah dan masuk rumah pukul 20.00
hanya mengejar profit dan growth company
lalu nonton tv melupakan suntuk seharian dan ketika libur tiba kadang kita ke
mall, kalaupun kita main tenis , golf …yah masih omongin bisnis
begitu berulang berbulan-bulan bertahun-tahun
betapa akhirnya kita merindukan reuni SD SMP SMA dan
komunitas yang unik-unik akhir-akhir ini  menjadi katup pelepasan

melihat semangat Petrus dan Abing dulu saat gempa di Yogya
yang termenung dalam pikiranku cuman satu : ” Kesempatan …”
kesempatan itu kita butuhkan untuk diri kita sendiri,
bukan untuk yang terkena musibah …agar kita layak dipanggil manusia
sesungguhnya,
kita-lah yang membutuhkan mengaktualisasikan rasa kemanusiaan kita

Uztadku Kang Jalal pernah bercerita tentang executive bank yang ingin menangis
dia membeli seperangkat alquran mahal dari Mesir
dan dibaca tiap hari tiap malam tapi kok nggak bisa menangis
akhirnya beliau ini berjalan ke desa yang miskin
dan ditemui sebuah surau bealaskan tanah
melihat anak kecil mengaji dengan Turutan ( semacam alquran kecil ) yang
sobek2
terdengar lantunan nada2 indah dan beliau akhirnya menangis

Dan apa yang dilakukan para CEO setelah mereka mencapai segalanya ?
Kerja amal …

jadi ,
merenungi ini semua …persis yang dibilang mas Ramdan
pertemuan kita di Venezia itu bisa melepaskan sisi “manusia” kita
bernyanyi, tetawa, tersentuh dan bercerita sepuas kita
yang kadang kita tidak sempat lakukan
saya rasakan sungguh persahabatan ketika kita mau pulang
dan saling menyalami menyapa satu sama lain
berulang kali …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: