Posted by: sepanjanglempong | September 16, 2008

Red Corner

Salah satu yang saya sukai kalau mendatangi kota adalah berkeliling
blusak blusuk istilahnya
Kesasar ke suatu tempat pelacuran adalah resikonya

Demikian pula ketika aku naksir seorang teman yang tinggal di daerah Koja
atas saran sopir taksi biasanya dari Rawamangun aku menyusuri Kelapa Gading
dan melintasi Tugu, suatu ketika taksi yang kutumpangi mogok
setelah aku bayar aku dikejutkan dengan perkampungan tembok tebal
dengan suara musik sangat memekakan telinga
aku bertanya bagaimana angkot melanjutkan perjalanan ke Koja
iseng-iseng aku bertanya : ” Ini tempat apa sih Pak ? ”
seorang bapak tua penjual rokok sambil tersenyum bilang : ” Kramat Tunggak !”
Oalah Mak …. sudah lama nama ini terkenal di telingaku
baru kali ini aku tahu tempatnya

Demikian pula perkenalanku dengan Saritem
karean kami masih lama tunggu kereta ke Jakarta
setelah menghadiri kawan menikah
kami serombongan bukan orang Bandung jalan-jalan tanpa arah
hingga ke sasar ke tempat yang ramai ini : Saritem
kami tertawa terrbahak sama-sama
karean selam ini kami cuman sering meledek teman yang dari Bandung
dengan nama gelap ini
tapi ternyata tempatnya tanpa sengaja kami baru tahu

ingat cerita lucu
Tingkat satu di Yogya tahun 84 dulu kami memiliki dosen agama dari IAIN
di awal perkenalana setiap mahasiswa ditanyain asal kota dari mana
setiap mahasiswa menjawab asal kota,
dosen tadi selalu meyebut nama lokalisasi pelacuran
jadi misalkan saya bilang dari Semarang
beliau akan bertanya balik :
” O .. kampungmu Sunan Kuning ? apa Gambir Langu ( GBL ) ?”
kami para mahasiswa jadi malu …

Namanya pun kadang sungguh indah
di Yogya ada : Pasar Kembang dan Pesanggrahan
sehingga kadang kalau kerjain mahasiswa bule
kami bilang Enggris sekenanya : ” Have you ever seen Flower Market ?”
jangan-jangan bunga beneran yang di benak dia
kami akan ketawa ramai kalau dia menyatakan serius
Bayangan saya dulu ketika masuk Yogya
Pesanggrahan adalah tempat petilasan peristirahatan raja-raja

Aku belum pernah ke Gang Dolly
( kenapa namanya Dolly ya …. ?
kalau Sunan Kuning katanya berasal dari kata Sun An Khun Ing
tempatnya yang berbukit itu mungkin dulu makam orang Tionghoa ya … )
yang katanya terbesar se Asia Tenggara

tapi maaf,
kadang aku tersentuh dengan daerah merah ini
tengoklah …
tukang becak, tukang makanan, tukang rokok
24 jam mencari nafkah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: