Posted by: sepanjanglempong | September 16, 2008

Cerita Tentang : Ebiet G Ade

Tiba-tiba kau pengin dengar Ebiet lalu kubuka tempat kasetku
setidaknya ada 1 wadah yang isinya cuman Ebiet melulu, juga Led Zepplein
melulu
saya pilih album I – IV say nikmati sepnajang berangkan dan pulang kerja

Ya …
Penyanyi dan Penyair kedua yang saya sempat kagumi adalah Ebiet G Ade ( EGA )
walau tak secermat Bung Santosa di Sangatta dalam mengupas Ebiet
namun saya memiliki albumnya lengkap dan saya rawat baik-baik
kalau rusak pun saya beli kembali

Teman saya kos di Yogya berseloroh : “Ebiet Album : I sd IV mantap !”
pernah pula disinggung oleh teman setelah menjalani kemapanan
syair Ebiet jadi berubah
saya ingat dalam suatu tanyangan Ebiet mengendari jeep merci
menuju vilanya di Megamedung mengunci diri menciptakan syair dan lagu
setelah album ke IV memang tidak semua lagunya dikenal
walau EGA cukup produktif membuat lagu

Katanya EGA pertama kali tampil di Balairung UGM di depan publik resmi
mendendangkan syair Emha Ainun Najib : Kubakar CintaMu
Ebiet hanya berpendidikan SMA dan kursus gitar Kusbini ( pecipta lagu padamu
negri )

Musik EGA yang hanya bergitar bolong kuat dalam lagu : Lolong
kesuksesan ini coba diulang di beberapa album berikutnya
dan di album ke IV menampilkan orchestra dari Philipina sebagai background
sentuhan musiknya menjadi manis dengan bantuan arranger almahrum
( lupa namanya )
saya ikut sedih ketika kulihhat berit akecil di koran , beliau wafat
juga kalau kita perhatikan pemusiknya pun sangat berbobot di balik rekaman

Seperti seniman lain yang besar di Yogya EGA juga ngamen
Malioboro seolah-olah memang jadi parameter dan kawah cadradimuka
ada yang menarik , EGA paling nggak kuat ngamen berdiri
dia lebih memilih ngamen duduk
sebagai pengagum saya perah baca sejarah perjuangannyadi tabloid Nova
bnagaiman saat miskin dia berjalan dari Menteng ke Kebayoran di siang hari
menyerahkan contoh rekamannya
dan dengan wajahnya yang kurus naik kereta malam bolak balik ke Yogya
juga marah lalu ketika di dealer mobil tidak disapa salesmen
dipikir hanya sopirnya
kecuali wajahnya yang biasa memang dalam keseharian dia bersahaja
pernah dia marah ketika anaknya dipaksa gurunya nyanyi di depan kelas
karean dia percaya belum tentu anaknya memiliki bakat yang sama
EGA pun bercerita kakaknya hanya pegawai pertanian di pasar minggu
tidak semua memiliki jiwa seni
saya tersentuh ketika album I medak dengan Camelia
sebagai anak desa EGA sempat mengivestasikan dengan membuka
penggilingan padi di desanya Wonodadi di perbatasan Banyumas
perkenalan dengan istrinya yang meberi dia banyak anak
terjadi di airport sungguh suatu perbedaan yang menyentuh
EGA sang pengamen yang lagi naik daun meniti karir
dan istrinya gadis Jakarta yang baru pulang bependidikan di luar negeri
saya salut dengan gadis bernama keluarga Sugianto ini

kalau anda sering bepergian naik bis malam atau suka naik angkot
lagu EGA ini sering diperdengarkan
mungkin malah jadi “konser rakyat” yang tak terdefenisikian di awalnya
seperti Leo dengan Konser Rakyat Leo Kristinya

EGA kembali hit ketika
Lagunya menjadi dianyanyikan ibu-ibu juga ketika menjadi lagu sinetron
Aku Ingin Pulang yang meledak di awal mual sinetron indonesia
album terakhir Bahasa Langit karena banyak dibajak,

Akhirnya terakhir langsung ditarik dari peredaran


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: