Posted by: sepanjanglempong | September 11, 2008

Wisata Kuliner

Indonesia memiliki berbagi suku dengan ragam budayanya
makanan menjadi salah satu ciri-cirinya
Wisata Kuliner mulai digandrungi masayrakat
apalagi setelah Bondan Winarno mengenalkan dengan gaya khasnya :
” Mak Nyosss !!!” untuk menyatakan tingginya cita rasa

Kalau diperhatikan ada beberapa hal yang menarik ?

1) Biasanya malah tempat makan yang enak kadang malah tempatnya kurang nyaman
Kemarin malam saya ke Jl Kebon Kacang II yang terkenal nasi uduknya Babe Saman
setelah kelak kelok, tanya sana sini, waduh jangankan untuk parkir,
tempat makan yang cuman 4- 5 meja silih berganti.
nasi uduk dari TV Elshinta dibilang memang enak tidak terlalu jemek atau keras.
ayam yang disajikan ayam kampung dan dipilih muda-muda
memang hidanganny sangat berminya ( oily )
Atau cobalah sotomi Jl Lautze yang kedainya dibuka di rumah
selalu ramai sampai semua orang menamai sotomie cabang Lautze
kaldu daging yang sedap ditambah potongan resoles. Hm

2) Yang kedua biasanya adalah resep keluarga turun temurun
Pernahkan anda mencoba asinan Betawi di tengah perkampungan Rawamangun ?
Leo pernah kubawa ke rujak cingur Pak Hadi yang dekat Sarinah
kutunjukkan gambar Bondan pernah ke sini : rasanya memang pas …
atau makan sup buntut di depan kantor pos Cikini di waktu malam
rasa cengkeh akan terasa di kuahnya
untuk kangen Gudeng saya mesti ke Cempaka Mas : Gudeg Wijilan
katanya gudeng ini dimask di Yogya dibawa vai kereat setiap hari
untuk menjaga kulaitasnya, memang sih terasa tidak gudeg asal jadi
atau kalau pengin Tahu Campur Lamongan ke depan IKIP Rawamangun
karena bagi saya tempat kesukaan Gus Dur di Penas itu malah terlalu spicy
atau ke bakso kocok di Rawamangun yang renyah
mungkin susah sekali ditirukan pembuatanya dan kesegarannya
walau bahanya cuman sederhana bakso plus toge
kadang saya ke Tajur, Bogor hanya untuk makan nasi Liwetnya
atau toge gorengnya

3) Kadang … tidak semuanya mereka tidak tertarik membesarkan usahanya
mereka sudah cukup bahagia dengan kondisi sekarang
justru tanpa adanya cabang posisi mereka dia makin kuat
orang harus jauh-jauh datang ke tempatnya.
entah mereak sadar atau tidak melakukannya
atau mungkin mereka nggak mau report

Stelah main futsal di Klender dan nebeng mandi di rumah mertua
sepintas kulihat ada kedai Pecel Madiun
ku-sms mas Kef dan bung Albert yang rumahny sekitar sini
” Putri Menak, Putri Pembayun,
Paling Enak memang Pecel Madiun ….”
Uniknya pecel ini diberi petai Cina sedikit di atas bumbunya
dan saya langsung : Mak nyooooss !!!
Anda juga bisa jumpai di Taman Mini ,
katanya kedai di sini kesukaan keluarga Cendana
foto pak Harto dan Ibu Tien terpampang di sana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: