Posted by: sepanjanglempong | September 11, 2008

Protocol : benci dan Cinta

perkenankanlah aku bercerita tentang his-story
maksudku cerita riwayatku sendiri

Saya pernah mencitai sesorang di usia muda 26-28 tahun
wanita ini bahkan lebih saya cintai dari diri saya sendiri
namun oleh suatu sebab kami bertengkar
dan begitu bencinya saya katakan saya sudah menikah
saya tidak lagi mau ketemu dengannya : saya menutup diri
bertahun-tahun saya hidup dalam kebencian
hingga Tuhan memberikan saya jodoh, menikah dan memiliki anak
munculah kesadaran saya dan perlahan-lahan luntur kebencian saya
saya sekarang bisa tertawa oleh peristiwa kecil tempo hari
yang saat itu saya anggap dahsyat dan memisahkan kami
hanya satu keinginan ketemu bertemu dan kutulis dalam puisi
” bila ketemu nanti aku hanya akan minta maaf,
saat itu aku terlalu muda.
keras dan angkuh …”
4 tahun cinta yang kami pupuk berubah jadi benci hanya dalam sehari
dan 15 tahun untuk kembali menghapus dendam dan sakit hati
akhirnya saya sendiri sadar tidak semua salah beliau
di puisi itu saya katakan saya juga ikut andil dalam kesalahan

kehidupan ini saya terima sebagai terjemahan sunnah manusia agung itu
Kanjeng Nabi Muhammad saw
” kalau benci atau cintai sesorang sekedarnya saja …”
memang karena setiap saat bisa berubah
dulu saat saya muda dan idealis mana bisa begitu ?

Sungguh,
dengan istri yang saat ini saya tak akan mencintai berlebihan
walau saya bisa dan sangat ingin
dengan kawan yang kemudian jadi bos di Unilever
yang mempolitisi saya sehingga harus dipecat
saya tidak bisa membenci sangat benci
walau saya sungguh dendam
semua saya terima dengan kewajaran

Saya terpesona oleh kuliah komunikasi data dalam dunia teknologi informasi
ada istilah yang bernama : Protokol contohnya internet yang kita pakai
berbasis TCP/IP ,

pada dasarnya berisi aturan-aturan yang disepakakati agar kedua belah pihak
bisa bicara
komunikasi yang tak jelas tadi aturan mainnya mengajarkan saya
menyebabkan benci ataupun cinta yang berlebih

Dulu,
Seorang Doktor di bidang fisika reaktor nuklir lulusan universitas Berlin,
Jerman
yang menjadi ketua jurusan Teknik Fisika UGM
meng-sms saya meminta untuk memberikan kuliah umum
” Set, mbok mahasiswaku dikasih kuliah pengembangan diri …
karean kalau yang teknikal kami sudah bisa sendiri ngajar ”
suatu ungkapan yang rendah hati …
dari seorang yang tinggi inteletualitasnya
akhirnya saya buat ringkasan sharing session dan buku2 pengembangan diri
dengan bumbu cerita kehidupan saya sendiri
membuat 200 mahasiwa itu tak berajk dari kursi, walau pintu selalu dibuka
Di akhir acara saya ingatkan nasehat ibu bapak saya yang cuman kelas 2 SD
lulus :
” Saya tidak lebih pandai dari mbak-mbak dan mas-mas di sini
tapi lebih tua , lebih dulu menjalani kehidupan
Itu saja …”
dan kami lebih bahagia beberapa dianatara mereka sempat email-emailan
hanay untuk mengatakan apa yang saya sharing dulu benar apa adanya
setelah mereka kini sukses bekerja di berbagai tempat

Seorang kawan di saat reuni 3 tahun yang lalu membawa seorang suami
pasangan ini begitu serasi
karean terkesan oleh budi luhur sang suami ( tapai aku bukan Gay lo … Mas
Ramdan )
sebelum pulang ke Jakarta saya sms
” Dit, masmu kuwi sak apik-apike uwong, Dijaga ya …”
= masmu itu sebaik-baiknya orang dijaga ya
Setahun kemudian Didit sms mohon doa untuk keajaiban kesembuhan suaminya
yang menurut dunia kedokteran mustahil sembuh
Sebulan kemudian sms datang dan meminta maaf untuk seluruh kesalahan suaminya
malam-malam setelah seminggu wafat karean saya anggap sudah reda emosi kawan
saya
saya telpon dan giliran saya nangis sejadi-jadinya
saya ingatakan semoga kamu memaafkan ichlas
segala kekhilafan dan kekurangan suaminya
sungguh suatu jawaban yang lembut dan bijak :
” Dia almahrum tak ada kekurangan kok Set
semuanya begitu baik …”
kawan saya yang kebetulan dokter bukan ahli agama ini
ternyata meniru achlak Aisyah istri Nabi ketika ditanya achlak Nabi
Didit mencintai suaminya tidak berlebih-lebihanan di masa hidupnya
kami semua teman-teman se SMAnya tahu …
dan kehilangan di dunia ini menguatkan keyakiannnya akan cintanya

Manusia-manusia agung yang teraniaya berdarah itu juga mengatakan
” mereka tidak tahu ”
dan
“seandainya mereka tahu ”

Setiap perdebatan rapat kantoran saya tidak ingin hanya terfokus
” Apa salahnya dan salah siapa … ?”
apalagi sampai dengat niat menohok, menjatuhkan teman
apalagi samapi sadis BTO ( blame to others )
( saya diceritain Mas Kef dan Mas Henry di mailing list lain sering orang
berlomba-lomba
saling menjatuhkan untuk menaikkan dirinya sendiri …. )
Saya semangati team saya untuk selalu berpikir kritis positif tetap dengan
semangat renah hati
” Apa yang bisa kami bantu lakukan ya …
agar tidak terjadi kesalahan itu lagi ”

Seorang manager malam-malam sms mengucapkan terimakasih untuk kesempatan dinas
ke USA dan seorang staff berkali-kali mengatakan terimakasih untuk kesempatan
mengikuti
Sales Conference di Bali ( saya kaget , dia belum pernah naik pesawat )
Untuk keduanya saya jawab : memang kamu layak mendapatkannya
ketulusan kerja keras kalian lah yang membawa kalian pergi


Responses

  1. “Renungan”
    Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit,
    jadilah saja rumput,
    tetapi rumput terbaik yang memperkuat tanggul pinggi jalan
    kalau kau tak sanggup menjadi rumput,
    jadilah saja belukar, tetapi belukar terbaik yang tumbuh di tepi danau
    kalau tak sanggup menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil
    tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.
    tidak semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya
    bukan besar kecilnya nilai tugas yang menjadikan
    tinggi rendah nilai dirimu.
    Jadilah saja dirimu sebaik-baik nilai dirimu
    (Kami tidak hanya tabah pada permulaan,
    juga tidak hanya tabah sampai pertengahan,
    tetapi kami tabah sampai akhir).

    ± 28 yang lalu untaian kata tersebut sering terucap dan mengalir dari lisan kita ketika
    kita sampai di satu puncak gunung, kita memulai kegiatan, dll.
    Jujur saja waktu itu aku nggak begitu ngerti apa maksud sajak/puisi karya Soe Hok Gie itu.
    Namun dalam perjalanan hidup, ternyata hal itu sangat bermakna. Kini baru aku sadar bahwa bait terakhir dari renungan tersebut (jadilah saja dirimu sebaik-baik nilai dirimu) mudah diucapkan tetapi sulit untuk diucapkan
    Sobatku Setiadi,
    meski sulit tetapi itulah prinsip yang harus kita pegang.
    Dan sering untuk berpegang pada prinsip kita harus menghadapi cobaan dan tantangan yang berat.
    Sobat tentu masih ingat bagaimana kita dulu berlima (aku, Sobat, Antok, Totok satunya aku lupa) lebih memilih membuat karya tulis di Balai Klimatologi di Kraayak ketimbang berhura-hura ke Bali.
    Dan kini aku baru sadar bahwa di KMPA secara sadar atau tidak kita telah menanamkan banyak nilai yang begitu indah.
    Sebagai muslim kita harus berpegang pada 2 hal apabila ingin selamat yaitu Al-Qor’an dan Al-Hadits.
    Nabi Muhammad SAW dalam suatu sabdanya menyatakan bahwa Cintailah sesuatu sekedarnya saja karena boleh jadi apa yag kau cintai saat ini akan menjadi musuh/yang kau benci di masa yang akan datang dan bencilah apa yang kau tidak sukai sekedarnya saja karena boleh jadi apa yang saat ini kau benci akan menjadi teman/apa yang kau cintai di masa yang akan datang.
    Kita sebagai manusia diciptakan oleh Allah dalam kondisi yang lemah dan senantia bekeluh kesah. Namun yakinkan bahwa pasti ada hikamh disetiap penciptaan Allah, hanya karena keterbatasan kitalah kita terkdang bekeluh kesah. kalau kita iklhas, maka segala sesuatu akan terasa indah.

  2. Ass.wrwb.
    Proficiat Set, Temanku yang sangat baik, my dear friend, . . .
    Alhamdulillah dan terimakasih, syukron, maturnuwun, sumuhun, dancschoon, tengkyu, dsb dsb … atas semuanya tentang aku dan alm suamiku .. Mohon doa ya biar alm chusnul chotimah dan diampuni segala salah dosanya, serta ada rumah di surga buatnya dari Allah Swt.
    Mohon doanya juga agar kami semua diberi kekuatan dan kesabaran menanti rencana indah dari Allah. Smoga Allah memberikan kami pengganti yang terbaik untuk dunia dan akhirat. Amin Ya Robbal Alamin ….
    Demikian juga buat set & keluarga, semoga selalu diberi kesabarab dan kekuatan untuk membimbing gusti, semoga dia makin mandiri dan mandiri. Set, dia kunci surga buat dirimu dan nyonya … Tuhan memberikan kesempatan ini padamu lho … gusti berbeda, tetapi sangat istimewa …. bersyukurlah karena orang lain tidak ‘seberuntung’ dirimu …
    Tuhan menguji umatnya yang dg banyak macam … kita saling bergandengan ya untuk saling menguatkan…. Allah yubarik fik …. Sukses yaa, maju terus …
    Warmest regards ….
    wass.wr.wb

    didit


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: