Posted by: sepanjanglempong | September 11, 2008

Museum dan Buku Cerita Anak

Seminggu liburan sekolah aku sempatkan cuti Jumat sehari
dan mengajak Katia menengok kembali museum-museum kita
” Aku bertanya museum mana saja yang pernah kau kunjungi ? “Museum Satria Mandala,
Museum Gajah,
Museum Bahari,
Museum Textil,
Museum Kota,
museum Kebangkitan Nasional,
Museum Arsip Nasional ?

Akhirnya kami kembali menegok museum Gajah dan Arsip Nasional

Buat orang kita liburan ke museum mungkin tidak layak
lihat saja pengunjungnya yang sedikit
dibanding ke mall atau hiburan artificial modern lainnya
Tapi saya tunjukkan ke Katia
3 bus rombongan sekolah SD Jepang itu
sedang asyiknya serius belajar sambil bermain di museum Nasional

Ketika memasuki museum
tentu dengan bantuan visual peninggalan jaman dulu
kembali dengan mudah membuat anak-anak kita berfantasi
dan kemudian yang sering saya dengar dari beberapa bocah
akan bertanya
( pertanyaan yang paling sering saya dengan selama wisata museum )
” Kalau jaman dulu orang begini ya Pa ? ”
lalu berlanjut ke pertanyaan kritis lainnya
” Kenapa ? ”

Semisal Katia bertanya
” kenapa orang dulu lelaki bakai Jarit ( Kain ) ?”
Wah saya mesti cerita
Itu mungkin warisan adat kerajaan tempo dulu
lalu mungkin karean pengaruh Eropa
makanya di atasnya mereka memekai jas kadang kala
kalaupun bukan beskap ala Jawa

Tapi jangan coba bandingkan toilet museum dan mall
Kenapa saya bilang begitu ?
Dulu CEO saya marah-marah waktu melihat toilet lantai dasar
yang sering dikunjungi customer ternyata paling jelek segedung
Bagaimana mungkin bisa terjadi ?
Wah rasanya kita kurang merawat museum kita
padahal museum kita bayak dikunjungi turis manca negara

Di museum arsip national lebih banyak kami jumpai
para penganten melakukan pemotretan
untuk mendapatkan kesan kaslik

Saya jadi ingat ide Leo untuk Konser di pelataran museum
asyik juga kali ya kalau terwujud …
sembari memandang halaman luas museum Arsip

Malamnya kami baca bersama cerpen cetakan terbaru Sukanto SA
mantan pemimpin majalah si Kuncung dulu
berjudul : Ibuku Sahabatku
Kulihat Katia sudah melahap beberapa judul sendiri
Bila anda memiliki anak usia 8-10 tahun
cobalah membeli dan membaca dulu
sebelum memberikan ke anak kita tercinta

Hm,
memang susah mendapatkan bacaan yang ringan
dan mengandung ajaran budi pekerti luhur saat ini
di antara tumpukan Dragon Ball dan Doraemon

Siapa yang peduli anak-anak kita ya ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: