Posted by: sepanjanglempong | September 11, 2008

Ceriat Membangun Rumah

Akhirnya kami sekeluarga diberi rezeki Allah untuk merenovasi rumah BTN
( Bangunan Tidak Normal ) yang sudah 12 tahun kami tempati banyak keropos

Untuk menyerahkan ke pemborong rasanya akan sangat mahal
sehingga kami putuskan kami buat sendiri dengan konsultasi dengan tukang
tentu kami tahu resikonya sangat capek dan menyita waktu
saya cuman berpikir sederhana :
kalau ada tukang yang kualitas kerjaan bagus dan bisa dipercaya
saya akan mulai proyek ini
kick-off dimulai dengan mengundang makan semua tukang dan kenek
di warung seafood dan saya cuman pidato singkat
” Saya tidak mengejar kualitas maupun kecepatan penyelesaian ….
Utamakan selamat ! ”
Di kemudian hari kalau saya ingat ada yang unsafe behavaior
atau unsafe condition yang unsave saya suruh berhenti kerja
saya terapkan Dupont Safety Concept yang dulu trainingnya
wajib diikuti oleh semua manager Unilever di seluruh dunia
di rumah saya ha ha ha …

Atau mungkin buat keputusan yang mudah , pindah rumah : Kota Wisata
( kami takut pindah di semua lingkungan yang kaya raya
dan jarang kenal karean kesibukannya )
tapi rasanya kami sudah jatuh cinta secar emosional dengan lingkungan yang baik hati
ada yang mengganggu minta cabe,
ada arisan ibu-ibu pinggir jalan,
ada anak-anak bermain di halaman bermain bercanda sulut petasan,
kadang kami suapi anak tetangga,
kalau sedikit air kali Cikeas meluap di hari hujan
anak-anak senang bermain di jalanan
juga hijaunya dedaunan di Bojongkulur , Pondok Gede
( tempat ini serasa Lempongsari kedua bagi saya )
juga rumah kami jauh dari keramaian mall
apalagi yang kurang ?

Setelah beli banyak majalah Idea dan tabloid Rumah
kami mulai tentukan kebutuhan kami akan rumah
buat kami yang tak berpendidikan arsitektur memang jadi agar rumit
waktu kami mulai membuat konsep rumah kami yang luasnya 8X15 meter
kami coba tuangkan idea dengan beberapa pertimbangan, setahu kami saja
1. tema : sederhana dan klasik
2. keamanan : apalagi anak kami kedua autis
3. kebutuhan ruang
4. sehat : pencahayaan dan aliran udara
5. keuangan
6. meyatu dengan lingkungan
kami banyak belajar dari tetangga kami yang sudah selesai duluan

yap.
kami gambar rumah kami dan kami serahkan ke arsitek
arsitek kembali dengan detail gambarnya lalau kami serahkan tukang
budget telah ditentukan dan projek dijalankan.
Bismillah !
di saat pekerjaan kasar kami tidak banyak campur tangan
sesekali saja kalau ada perubahan design tata letak dari gambar sang arsitek
nah di saat finishing ini betul-betul kami pusing
nyaris setiap saat tukang minta petunjuk karean msalah selera
tapi kami senang
kami semua sibuk, istri dengan model dan warna dapur misalnya
Katia kami libatkan memilih cat kamarnya sendiri
tentu saja gadis kecilku yang 9 tahun ini langsung serta merta pilih : pink
hingga rasanya Sabtu Minggu kami jenuh
lalu kami putuskan minggu lalu kami jalan-jalan ke Kebun Raya melupakan urusan rumah
pernah suatu kali menunggu di teras rumah kontakan kami :
tukang rumah, tukang teralis, tukang kusen, tukang listrik … ha ha ha seru juga

Sebelah rumah tidak diurus hingga roboh , tapi tidak mau dibeli
jadi ada satu hal yang kami sesali yakni rumah kami mesti tingkat
karean kebutuhan ruangan yang banyak
aku selalu teringat nasehat manusia agung itu :
“jangan tinggikan rumahmu dari tetanggamu ”
tapi aku juga ingat nasehat sang maetro arsitek Romo Mangun
“carilah bahan yang murah tapi berkualitas
agar ongkos tukang bisa lebih …”
lebih lucu nasehat pak Syawal tetanggaku yang kaya itu
“kalau ke Kenari jangan ajak istri,
nanti kamar mandi jadi 20 juta …”

dalam kelelahan malam ku-sms beberpa sobat :
Mohon oda dan restu …

Kami senang sebentar lagi … sebulan barangkali rumah sudah jadi
tapi terharu saya harus berpisah dengan para tukang dan kenek-kenek yang baik hati
saya berdoa dan berusaha agar mereka terus mendapatkan pekerjaan
untuk anak maupun orang tua mereka di kampung di Bandung sana

Pulang dari Jalal Center di Cilandak
saya memborong vcd pengajian karena aku nggak smepat lagi ngaji
setel vcd pengajian, ada nasehat bagus
“utamakan minta maaf ke pembantu kita …”
saya jadi ingin berdoa
“Ya Allah
lindungi selalu keselamatan
dan cukupkan rezeki kepada tukang2 dan kenek2
yang pernah membangun rumah kami


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: