Posted by: sepanjanglempong | September 11, 2008

Catatan Harian Ahma Wahid …. 20 tahun kucari ketemu juga

Catatan Harian Ahmad Wahid : Pergolakan Pemikiran Islam
begitu buku yang kucari sejak SMA kucari sekarang sudah di tangan

berkat ketulusan saudara kita Ramdan saya diberi pinjam
langsung saya baca semalaman serasa saya membaca Soe Hok Gie lagi
seperti mimpi, saya merasakn gairah luar biasa di atas setumpuk buku yang istri
selalu ingatkan kok belum dibaca dan terpaka saya parkir buku Arief sebentar
Ada beberapa hal universal yang saya pelajari dari Buku Harian ini

KEGELISAHAN
Kegelisahan manusia adalah sumber inspirasi untuk maju.
Einstein yang frustasi memecahkan alam mikrokosmos dengan fisika klasik.
Bill Gate tidak puas dengan komputer mainframe yang terpakai secara exclusive.
Coperniccus bertahun-tahun tak percaya bumi sebagai pusat peredaran tata surya.
Kegelisahannya membuahkan pergolakan-pergolak an pemikiran yang akhirnya
menerbitakan perenungan-perenung an yang indah sekaligus pemikiran yang baru
Begitu hebatnya kegelisahan itu digambarkan :
“… aku terlibat dalam pencaharian diri yang tak kunjung selesai.
sehingga aku melupakan orang tuaku, adik-adikku, keponakanan- keponakanku,
dia, ibunya …dan masa depanku sendiri.”
( 6 Nop 1970 )
Jadi kalau kita gelisah kemungkinan besar kita mau maju.

HUMANISME
Kenangan tinggal di Realino dan pergaulan dengan Pastur-pastur membuat
( Asrama Realino adalah asrama Katolik di Jl. Gejayan , Yogya
yang menampung juga mahasiswa non Katolik untuk tingga )
seorang Ahmad Wahid memiliki jiwa humanisme lintas agama
Saya ingat Pak Anton Guru SMPku yang dengan gagah mengatakan
“Kita tidak boleh membedakan manusia karean agama, keturunan dan pangkat”
aku masih bingung walau sedikit menangkap di usia 11 tahun

KEBERAGAMAN PEMIKIRAN
Penghargaan atas perbedaan pemikiran dijunjung tinngi karean AW sadar
sepenuhnya tentang karunia kebergaman peikiran manusia
bahkan sempat ditulis untuk sobat-sobat yang sealiran pemikiran :
” Aku yakin bahwa Dawam – Djohan – Wahid akan pecah, dan masing masing
akan menepuh alirannya sendir-sendiri. Kukira ini lebih baik ”
( 21 Maret 1969 )

KEPAPAPAAN
Kepapaanya dituliskan begitu sederhana dan indah
sebagai layak semua yang pernah meraantau ke Jakarta untuk pertama kali
” AKu tak berdaya melawan kantuk dan lapar.
Keseluruhan tubuhku tidak cukup kuat menhannya.
tubuhku sakit bila kurang tidur dan menahan lapar.
aku ingintidur banayk dan makan yang cukup.
Tidur yang banyak walaupun di tempat yang sederhana dan
makan yang kenyang walaupun murahan”
( 11 April 1969 )
Saya ingat laporan Becak di Yogya di Kompas minggu ini
cafenya yang asal kenyang itu manis juga namanya : NgisorWaru
jadi saya pengin ke Wartegnya bintang film Marmo yang di Tebet

CINTA
Padangan tentang cinta sempat membuat saya tersenyum memahami kebenarannya
katanya :
“Cinta itu kudus dan syahdu.
Penderitaan dan kesulitan yang dia alami kurasakan sebagai
penderitaan dan kesulitannku sendiri”
( 6 Jun 1969 )
saya ingat rela berjalan dari Pelem Kecut ke Sosorwijayan ( 5 km )
meredakan ketegangan bathinku untuk sang pujaan hati Chusnul
tidak capek dan lelah bahakan saya merasa gagah bak aktor film. Hm …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: