Posted by: sepanjanglempong | September 9, 2008

Menjadi Kanak

KEPADA GUSTI ANAKKU
( Untuk anakku Muhammad Panji Anugerah Gusti : di tahun ke 5 )

Telah berkali kali air mataku menetes, Anakku
Tidak seperti ibumu yang lebih tabah
Tapi tak apa,
sebab dengan air mata
cinta telah mencapai puncaknya
puncak hati kami kepadamu

*

kembali aku akan lewati jalan jalan kampung mesra di Lempongsari
menuju sekolah sisa sisa kejayaan PNI itu
Sekolah kami itu dinamai secara nasioanlis dengan kerajaan di Sumatera SD
Sriwijaya
begitu megah di lereng kecil sebuha bukit
di depannya ada bong Cina pinggiran lapangan kasti kami
tak ada kegembirtaan selain bermain kasti dengan bolakaret merah
bila sobek serabuk kelapa di dalamnya keluar membuat kami takjub
bak Edison menemukan bola lampu
seskali kami berantem terutama lelaki karean lemparan bola
terlalu keras menimpa tubuh kami hingga membiru
kami anggap sebgaia tantangan permusuhan
Pak Hadi adalah guru yang kami takuti
beliau mengajar HPU : Himpungan Pengetahuan Umum
bila kami tak belajar tak bisa menjawab sungai terpanjang di Indonesia
sebuah mistar 100 cm akan mengenai tubuh kami
bila kami tak tahu apa gunung tertinggi di Jawa
segera jampang kami dijengkit betapa sakitnya
tidak enak menjadi anak kecil yang selalu dipaksa harus pintar
bila petugas dinas kesehatan datang berbaju putih
semua syaraf ketakutanku bergetar keras , suntikan BCG dimulai
jarum suntik yang dikeluarkan gelembung udaranya
akan menetes cairan di ujungnya yang tajam
makin mebuat wajahku pucat pasi
gilairan berbaris akan keluar akal bulusku untuk pindahh ke bagian belakang
dan belakang dan akhirnay buka pintu kabur pulang
lari sekencang kencangnya … akakn selalu kuingat
hanya 2 pelajaran yang kusuka walau aku tak mampu
sejarah, agama dan bernyanyi
Pak Wahyu walikelas kami sangat sabar membimbing kami menyanyi
Pak Sejarah membuaiku dengan cerita bangsa yanga besar dan kaya
Pak Agama mencerahkan akau dengan perjuangan perbutan baik
saat istirahat adalah kegembiraan kami
sangu kami yang seringit atau 2 setengah rupiah itu sangat mewah
aku bisa membeli pecel, rujak dan bubur sagu serta kolak pisang
kalau kami mesti olah raga lompat tinggi sungguh menengangkan
mampukah kami melampui galah setuinggu itu
lomcat jauh kami paling suka puas rasanya berguling di pasir itu
dari pada mengerti ukuran berapa kami bisa jauh meloncat
gedung sekolah kami sungguh megah di atasnya menjulang
dari kotak kotak temboknya burung burung suka sekali mengumpet

karena kekurangan dana sekolahku itu sudah hancur
tak terisa puingnya hanya semak belukar tumbuh di situ
kenangan lebih 30 tahun nan berlalau

*

kalau Taman bacaan nanti jadi di samping rumahku
mestinaya ada tempat berapresisai,
kan kubangkitkan lagi mainan mainan lama
anak anak akan bermain sandiwara
berlatih menyanyi
menonton bersama film Langitku Rumahku, Denias
mendongeng cerita anak anak,
bercerita Pak Dirman yang berparu paru sebelah tapi tak menyerah
mimpiku masih panjang
Tuhan Izinkanlah …

*

Ya ,
aku ingin sekolah lagi …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: