Posted by: sepanjanglempong | August 28, 2008

Sisa-sisa Pengaruh Portugis di Indonesia

Antonio Pinto Da Franca adalah Seornag mantan konsul Potugal yang dinas di Indonesia di 1970 melakukan perjalanan keliling Indonesia dan sungguh heran menemukan kebudayaan leluhurnya masih nampak jelas pengaruhnya di Indonesia. Fakta fakta yang ditemukan dikumpulkan karena kecintaan akan budaya dan diterbitkan dalam buku berjudul di atas. Berikut Kutipannya :

Setelah ditemukannya Tanjung Harapan di Afrika maka rute petualangan bangsa Eropa ke dunia Timur makin terbuka. Ketika Portugis tiba di Goa mereka menyadari pentingnya perdagangan rempah-rempah maka Afonso De Albuquerque berpendapat bahwa ia hanya dapat mengambil alih perdagangan ini dari tangan orang Arab dan Turki kalau ia dapat merebut Malakadan menemukan jalan ke Maluku yang tersohor rempah-rempahnya.

Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Potugis dan Albuquerque mengirim expedisi ke Maluku.
Dari sinilah permulaan pelayaran menjelajah Nusanatara melewati Sumatera, Jawa, Bali,
Sumbawa , Flores kemudian naik ke atas ke Banda. Perjalanan ini genap setahun,
mereka mencapai Banda di 1512. Expedisi ini dikepalai oleh Antonio de Abreu
Fransico Serrao memimpin salah satu kapal dan Fernao de Magelhaes merupakan salah satu anngotanya. Dari surat surat yang dikirim ke Malaka mengilhami Magelhaes untuk menempuh jalur Barat. Di 1521 Magelhaes mampu mewujudkan impiannya bersaman armada Spanyol beberapa bulan sebelum Serrao meninggal.

Nama pulau Engano artinya adalah keliru dalam bahasa Portugis, mungkin karean kesalahan navigasi.Di suatu daerah Aceh ( juga di Jepara di Jawa dan Menado ) keturunan etnis Potugis masih nampak.Pakaian pengantin lelaki Minangkabau sangat diilhami oleh stelan Portugis.Juga masih ingat ada pelabuhan memakai nama Portugis : Natal ?

Meriam pejantan si Jagur yang ada di Museum Kota dulu sempat dikeramatkan wanita untuk memohon kesuburan sambil duduk di atasnya. Versi wanitanya katanya ada di Solo bernama Setomi mungkin dari Sai Tome. Tapi ada pula yang versi yang mengatakan pejantannya yang ada di Banten.Pertemuan kedua meriam ini dipercayai sebagai hari kiamat. Entahlah !

Gereja Portugis yang Protestan itu menurut cerita adalah orang Potugis yang dipaksa
dipindah agama di jaman kolonial Belanda. Di dekat gereja ada jalan bernama Jalan Rua Malaka , ( Rua artinya Jalan ) jadi terjadi pengulangan tanpa kita sadari.
Orang yang Portugis yang dibebaskan asal pindah agama tadi bermukim di Tugu ,
tempat asal muasal musik keroncong dengan salah lagunya yang kita semua kenal :
Nina Bobo. Nina dalam bahasa Portugis berarti anak gadis kecil.

Kalau anda pernah ke Taman Sari di Yogya tempat pemandian para istri raja di Yogya
konon arsiteknya dikerjakan oleh orang Portugis yang kemudian digelari Demang Tegis.

Di Sulawesi di bagian ujung pulau itu di ujung utara Minahasa sering menenggelamkan kapal sehingga dinamakan Ponta Dos Celebes ( Tanjung orang orang Termasyur ).
Dari sinikah asal muasal nama Celebes untuk pulau Sulawesi.
Sehingga kita dulu pernah dengar Jong Celebes untuk Persatuan Pemuda Sulawesi ?

Menemukan fakta-fakta tersebut sungguh menarik dibanding menenukan fakta-fakta itu di
Maluku, Flores hingga ke Timour Leste yang memang pengaruh Portugis masih kental hingga kini.
Flores sendiri artinya bunga-bunga katanya saat pelaut Portugis mendarat nampak
bunga flaboyan dimana mana sedang bermekaran.

Mengingat 150 tahun bercokol di Indonesia maka tak heran pengaruh kebudayaan termasuk bahasa masih dapat kita temui di berbagai pelosok Indonesia. Belanda yang hendak masuk ke Indonesia pun harus belajar bahasa Portugis karena saat itu menjadi lingua franca. Kata kata di bawah ini sungguh terasa pengaruh Potugis dibanding dengan bahasa Inggris atau bahasa Belanda semisal yang ejaan pengucapannya sangat lain
antero – interio
angsa – ganso
armada – aramda
bangku – banco
bantal – avental
baret – barette
beludru – veludo
bandera – bendeira
beranda – varanda
biola – viola
bola – bola
boneka – boneca
dadu – dado
jendela – janela
gagau – gago
garpu – garfo
gereja – igreja
kaldu – caldo
kantin – cantina
keju – queijo
kemeja – camisa
kereta – caretta
kubis – couves
labu – nabo
lelang -leilao
lemari – armario
lentera – lantera
martil – martelo
meja – mesa
mentega – manteiga
natal – natal
noda – nodoa
nyonya – senhora
nona – dona
palsu – palso
pegang – pegar
pena- pena
peniti – alfinite
pesiar – parceiro
pesat – festa
perangko – franco
pigura – figura
renda – renda
roda – roda
ronda – ronda
sabun – sabao
saku – saco
sekolah – escola
sepatu – sapato
serdadu – soldado
sisa – sisa
tempo – tempo
cerutu – charuto
tinta – tinta
tukar – trocar
teledor – traidor

Pengaruh bahasa ini juga terserap kedalam bahasa daerah semisal bahasa Jawa
kerpus – capus ( kayu di atap rumah )
terwelu – coleho ( kelici )

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: