Posted by: sepanjanglempong | August 28, 2008

Menonton Ebiet G Ade Bernyanyi

Seumur hidup aku baru sekali melihat Ebiet G Ade (EGA) bernyanyi.
Ketika kawan saya membeli Apartemen Lavande di Jl Saharjo dan
kebetulan direksi mengundang EGA untuk menyanyi dengan tajuk lagu
AKU INGIN PULANG yang dijadikan tema konsep hunian apartement tsb.

EGA masih seperti dulu, sosok yang rendah hati.
di bincang-bincang pembukaanya tegas ia berkata
” Tolong apresiasi karya saya , bukan saya ”
Suatu ungkapan yang jujur dan bermakna dalam
bagi seorah tokoh yang lagunya mengispirasi banyak remaja seusia kita dulu.
Namun sosok EGA juga tampil apa adanya bercanda-ria ketika ia mengatakan
Lagu saya memang lama semua ya ? ”
Tak tahan penonton sontak ketawa.
Tapi saya yakin justru lebih banyak penonton memahami lagu lamanya
dari lagu barunya.
Tak banyak barangkali yang memiliki album Bahasa Langit sepertiku
yang keburu ditarik dari pasaran itu.
sebagai seorang yang terus mencipta wajar saja kalau beliau polos
bertanya intro lagu hitnya yang dia bisa lupa kepada penonton
” Berita Kepada Kawan , intronya bagaimana ya …”

Tidak hanya mendengar EGA bernyanyi, yang menarik juga
saya juga disuguhi EGA yang bertutur dengan gayanya nan santun.
Belaiu bercerita tak pernah menyanyi di depan publik,
apalagi tour lebih banyak mencipta katanya.
Beliau lebih senang mengekspresikan dirinya lewat kaset.
Pantaslah saya sia-sia bertahun-tahu bermimpi saja menunggu konsernya,
apalagi diiringi sebuah orchestra diselingi gitar bolong.

Bernyanyi baru dilakukan setelah usia 40 an,
baik di atas sungai dengan obor sampai dengan presiden enak-enak saja
baik dengan penonton sedikit maupun ribuan sama enaknya.
Seperti kemarin penonton sedikit tak sampai ribuan.
Namun justru itu yang menambah kekhusukan acara itu.
Dengan suara bening acara dibuka dengan lagu syahdunya
BERJALAN DI HUTAN CEMARA.
Tak banyak dari kami hafal dengan intronya,
tapi ketika bibir sang balada ini bernaynyi lirih
” Berjalaaaaannn ….” seluruh ruang menjadi hening seperti kesirep.
Aku tak tahan langsung berlari duduk di lantai bersama fotografer.
Sebuah Pembukaan yang cerdas.

Lalu mengarlirlah 17 lagu karyanya denagn lembut susul menyusul,
EGA hanya bercerita seperlunya
dan bahkan acara menjadi cair komunikatif
bak kita duduk di pinggir jalan kampung
karena beliau bahkan dengan sabar meladeni celoteh penonton.

Ketika mas Ramdan minta CINTA KERETA BIRU MALAM dengarlah tuturnya
” Di antara sekian lagu saya , itu lagu yang paling manusiawi ”
Penonton tentu tersenyum penuh pengertian.
” tapi itu bukan pengalaman pribadi, boro-boro naik KA Bima.
Naik ekonomi saja sudah bersyukur ” jelasnya lugu.
Sempat Ramdan juag teriak minta lagu Malioboro,
mungkin maksudnya lagu
NASEHAT PENGEMIS UNTUK ISTRI DAN DOA UNTUK HARI ESOK MEREKA
bukan lagu Malioboro yang rasanya tak ada seingatku.
Pantas Mas EGA juga mungkin bingung dibuatnya.
Padahal lagu ini sejarahnya sangat bagus,
Kecuali sangat menyentuh buat orang yang tak pandai bersyukur.

Juga ketika saya minta lagu MIMPI SEMALAM DI PARANG TRITIS
Dijawabanya dalam bahasa Jawa kental dan spontan begitu saja : ” Angel ! ”
Maksudnya susah banget.
Tak tahan akhirnya saya teriak sambil bernyanyi karean lupa judul lagunya
Kenapa saya minta lagu ini,
Kata EGA : ” Enak juag lagu itu …”
karean memang petika gitar santai yang bagus mengalir di lagu ini
akan menunjukkan kekuatan EGA yang sesungguhnya, lagu itu adalah :
” Kemanakah akan kucari lagi
butir-butir cintaku yang lama kubunang
Apakah pada gelombang lautan
atau hiruk pikuk jalanan ..”
Sudah sampai di sini saja, tiba-tiba EGA berhenti.
Tapi tak apa . Lebih dari cukup membahagiakan
EPISODE CINTA YANG HILANG

saya selalu mencatat rapi berapa lagu yang sudah dinyanyikan
dan apa judulnya,
hingga ketika EGA bertanya sudah berapa lagu
saya teriak : Tujuh Mas ”
EGA menjawab : ” Catatan saya sudah 9. Saya percaya catatan saya sendiri.
Hidup harus percaya pada diri sendiri. ”
Sisi ego seperti layaknya seniman lain layaknya muncul di sini.
seraya tetap berseloroh apik tentang filosofi kehidupan.
Menarik.
Bahkan beliau menawarkan : ” Ada yang mau menggantikan saya bernyanyi ? ”

Ketika EGA bercerita suaranya aslinya lirih
hampir tak banyak audience percaya dan peduli.
Namun ketika terjadi feedabck ganguan sound saat menyanyikan LOLONG.
Sungguh saya mendengar suara beliau memang lirih tanpa mike.
Sungguh sayang pula ini adalah yang ditunggu-tunggu ketika terjadi masalah
Tetap dengan santun mas EGA berkata : ” teknologi itu bodoh !”
Lolong adalah lagu yang terpopuler yang dipetik dengan gitar bolong.
Lolong adalah daerah plesiran di Pekalongan.
Lolong adalah lagu jeritan hati.
” Jangan jangan sound system juga ikut menghayati lagu,
ikut menjerit tadi ya …???”

Saat melantunkan lagu TITI RINDU BUAT AYAH,
EGA bercerita malah yang suka tergambar sosok ibunya yang serba hebat
Jadi maksudnya ketika saya meneriakkan : Ayah
hendakanya tergambar kedua orang tua saya
Tidak mungkin saya bernyanyi : Ayaahhhh dan Ibu ! ”

Yang meneyenangkan hampir semua sequel Camelia I, II dan III dinyanyikan
tidak dilengkapi denga Camelia IV ( REQUIEM ) tak mengapa.
Lagu terakhir memang berirama kematian, mungkin tak sedap.
Atau butuh kekuatan bathin kusus untuk menyanyikan bila lagu ini
kisah hidup yang sesungguhnya buat EGA,
tapi toh dalam show Kick Andy sudah belaiu sangkal
Sosok Camelia adalah imajinatif belaka.
Di Camelia III sempat terjadi kekeliruan lalu dibenarin sendiri
” Rasanya ini dulu, baru … ”

EGA merasa paling bebas dan merdeka ketika menyanyikan lagu yang satu ini
CITA_CIAT KECIL SI ANAK DESA.
” Saya memang tumbuh di desa,
tempat yang hijau
kalau matahari terbenam warnanya merah tembaga.
Indah sekali”
Lamunan saya membayangkan sosok EGA yang belum tenar
tapi punya segudang cita-cita
Seorang penggemar menyeletuk nakal mengaatkan lagu ini inspiratif
karean ada kata piaraan.
Ya EGA menjawab maksudnya piaraan itu : bebek, ayam, angsa dll.
Sambil senyum terurai memahami kepuberan kami selaku bapak-bapak.
Ketiak EGA melanjutkan lagunya
” Siapa tahu nanti aku ‘kan terpilih jadi kepala desa”
Wah para penonton kaya raya calon pembeli apartemen ini bisa ngakak.
Cita-cita kok cuman jadi lurah ?

Tiba-tiba saya jadi ingat artikel dulu yang juga menyebut
EGA tak betah nyanyi sambil berdiri mesti duduk.
Tampilan dandanan yang biasa tak neko-neko memang melekat di tubuhnya.

Saya juga bercanda dengan istri saya dalam pelukan
” Cengkoknya Ebiet banget ya …”
Terang saja istriku membelalak : ” Ini memang Ebiet kok !”
dalam hati saya berdoa agar belau selalu sehat, seperti pintanya.
Sehingga saya masih memiliki kesempatan menikmati keindahan-keindahna lain
lewat konsernya yang sangat dinanti-nantikan oleh penggemarnya.

Berikut adalah ururtan Lagu yang dianyanyikan
1. Berjalan di Hutan Cemara
2. Lagu untuk sebuah Nama
3. Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa
4. Camelia I
5. Untuk Kita Renungkan
6. Lolong
7. Nyanyian RIndu
8. Cinta di Kereta Biru Malam
9. Episode Cinta Yang Hilang
10. Titip Rindu Buat Ayah
11. Elegi Esok Pagi
12. Cita-Cita Kecil Si Anak Desa
13. Camelai 2
14. Camelai 3
15. Berita Kepada Kawan
16. Aku ingin Pulang
17. Kupu-Kupu Kertas

Keseluruhan konser ini hanya dengan gitar akustik tunggal.
Justru inilah kekuatannya : bening .
Sebagai suatu pertunjukkan sangat bagus,
Applaus penonton yang hingga berdiri malah membuat EGA tak tega.
Menyuruh penonton duduk kembali.
Saya justru kaget dan terharu ketika beliau bercerita,
Penyanyi sekelas dia tak pernah dapat tempat di masyarakat.
Lagi-lagi saya ingat Leo Kristi.
Sesorang yang juga dihormati oleh EGA.

Tak terasa ini adalah tontonan yang aku rindukan,
dimana kepenyairan EGA cukup menonjol.
Seperti belaiu maui lebih senang dibilang penyair
daripada penyanyi.

Kubunuh Rindu di sudut ruang, tempat kita pernah mesra berbincang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: